budidaya-ikan-lele-yang-baik

7 Tahap Cepat Budidaya Ikan Lele yang Baik

Budidaya Ikan Lele !

Pembudidayaan Ikan Lele sudah sangat diminati tidak hanya di kalangan peternak ikan, namun juga di lingkungan masyarakat.

Pembudidayaan yang mudah dan cepat, serta perawatan yang tidak terlalu memakan biaya menjadi alasan utama dipilihnya Ikan Lele sebagai media untuk memperoleh keuntungan dibanding dengan ikan lainnya.

Peroleh-keuntungan-dengan-media-ikan-lele

Tidak seperti ikan lainnya, kepopuleran ikan Lele cenderung konsisten dan meningkat di kalangan masyarakat. Struktur daging yang lembut dan tidak berbau, cocok untuk dimasak menjadi berbagai jenis makanan, serta harga yang relatif murah menjadi faktor utama tingginya daya saing produksi ikan Lele di dalam negeri.

Dengan pasar yang terus berkembang, akan sangat menguntungkan tidak hanya bagi peternak ikan namun juga para pelaku ekonomi lainnya seperti pengepul, pedagang, dan pengusaha.

Ikan Lele dapat dimanfaatkan dari segi agroindustri dan komersial. Ikan Lele dikonsumsi tidak hanya sebagai lauk di warung – warung makan, namun juga diminati oleh restaurant dan hotel – hotel berbintang.

peminat-olahan-ikan-lele-di-hotel

Ikan Lele juga dapat dikonsumsi tidak hanya sebagai makanan pokok tapi bisa diolah secara industri menjadi makanan ringan atau kalengan, seperti Keripik Lele, Ikan Asap, Bakso Lele, atau Abon Lele.

abon-ikan-lele

Untuk itu, pemerintah juga banyak memberi kebijakan dan dukungan untuk proses pengolahan dan pemasaran ikan bagi daerah – daerah yang berpotensi dalam pembudidayaan Ikan Lele guna meningkatkan perekonomian mereka seperti pembuatan infrastruktur industri pengolahan ikan mulai dari industri skala RT, menengah, hingga besar, dengan terlebih dahulu kampanye dan penyuluhan bagi masyarakat sekitar tentang pembudidayaan Ikan Lele yang baik dan pengolahannya.

Keunggulan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok


Berikut ini adalah Langkah – langkah pembudidayaan ikan Lele yang baik untuk dilakukan penyuluhan kepada masyarakat :

1. Memberi pengertian kepada masyarakat tentang manfaat, keunggulan dan kemudahan dalam membudidayakan Ikan Lele.

Ikan Lele dapat dibudidayakan di sumber daya air yang terbatas meskipun jumlah ikan nya banyak; mengandung kandungan gizi tertinggi dibanding ikan lainnya; harga pasar relatif tetap dan terus meningkat; baik pengolahan dan pemasarannya sangat mudah dan menguntungkan.

2. Melakukan konstruksi pembuatan kolam. Kolam ikan dapat dibuat di tambak, area persawahan, atau pekarangan rumah.

Ikan Lele dapat hidup di berbagai area seperti di kolam, area lumpur, atau di area limbah namun yang memiliki asupan makanan yang tinggi.

Untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhannya, akan lebih baik jika dikembangkan di dalam kolam, seperti kolam terpal. Karena konstruksi yang mudah, dan tidak membutuhkan biaya yang tinggi.

kolam-terpal-bulat

Kolam terpal memiliki keunggulan diantaranya : dapat menghindari tersentuh tanah secara langsung sehingga resiko ikan terserang penyakit dan hama yang berasal dari air tanah dapat dikurangi; dapat menghasilkan ikan dengan kualitas yang lebih bersih dan tidak berbau; dan dapat lebih mudah dalam mengatur volume air kolam.

Tahap utama dalam konstruksi kolam adalah pembersihan kolam terlebih dahulu untuk menghilangkan bau dan zat kimia yang dapat membunuh benih ikan.

kolam ikan yang telah dibersihkan kemudian diisi oleh air setinggi 20% kolam dan didiamkan sekitar 1 minggu untuk proses pembentukan lumut dan plankton.

Dapat juga ditambahkan tumbuhan hijau untuk membuat kolam lebih subur. Barulah kolam diisi penuh dengan air.

3. Penebaran benih dilakukan pada tahap ini.

Sebelumnya benih dipilih dan ditetapkan jenis ikan Lele apa yang akan dibudidayakan dengan memperhatikan krakteristik ikan.

Benih yang disebarkan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam wadah yang berisi plankton sekitar 30 menit untuk membiasakan di lokasi yang baru. Barulah ditebarkan kedalam kolam.

tebar-bibit-lele

Perlu diperhatikan bahwa peternak harus selalu melakukan penyortiran ikan dengan memisahkan ikan kecil dan besar sesuai ukuran karena persaingan ikan yang ketat dapat menyebabkan diskriminasi jika tidak dilakukan. Penyortiran dilakukan setelah 20-30 hari.

4. Air kolam harus selalu dijaga.

Air kolam akan sering mengalami penguapan oleh sinar matahari sehingga volume menjadi berkurang.

Tidak perlu untuk mengganti air, karena ikan menyukai lokasi yang tetap hijau. Cukup membersihkan sisa – sisa makanan dan busa yang terapung di kolam.

5. Pemberian pakan harus rutin dan sudah ditentukan untuk memberikan pakan jenis apa.

Ikan Lele memerlukan pakan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dapat diberikan tidak hanya 1 jenis makanan.

Banyak variasi makanan ikan Lele yang dapat diberikan sebagai tambahan agar ikan tidak jenuh.

Pemberian pakan dilakukan 3-4 kali sehari dan pada waktu yang konsisten.

6. Peternak juga perlu memperhatikan kesehatan pada ikan.

Walaupun ikan dapat hidup di berbagai kondisi lingkungan dan perawatannya mudah. Tapi bukan tidak mungkin jika akan terserang penyakit.

Hama yang ada yaitu hewan – hewan pemakan ikan seperti kucing, ular, dan burung. Sedangkan penyakit yang dapat menyerang ikan dikarenakan bakteri dan virus.

Penyakit pada ikan dapat terjadi karena faktor lingkungan dan makanan.

Stress yang terjadi pada ikan juga dapat menyebabkan kematian pada ikan.

oleh karena itu, peternak perlu memperhatikan pola tingkah laku ikan dan merawat lingkungan sekitar kolam untuk melakukan penjegahan.

Dapat pula diberi antibiotik untuk ikan yang dapat ditemukan di toko – toko.

7. Jika semua tahap telah dilakukan mulai dari pemberian pakan dan penyortiran, ikan yang telah dewasa dan berumur sekitar 3 bulan dapat dipanen untuk dipasarkan.

Jika panen melimpah, peternak ikan dapat berinisiatif untuk mengolah ikan agar lebih awet sehingga pemasaran dapat mencakup lokasi yang lebih luas.

Setelah langkah pembudidayaan ini berjalan dengan baik, maka peran pemerintah dan masyarakat-lah yang akan menentukan perkembangan pengolahan dan pemasaran pada ikan.

penebaran-budidaya-ikan-lele-untuk-masyarakat

UMKM pengolahan ikan dapat dibentuk di daerah – daerah untuk melatih masyarakat dan melakukan penyuluhan.

Selain keuntungan dari output produksi yang melimpah, langkah ini dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sehingga mengurangi jumlah pengangguran.