Cara Budidaya Memelihara Memijahkan Ikan Lele

budidaya-lele-sistem-boflok

Cara Budidaya Memelihara Memijahkan Ikan Lele

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok: Cara Membudidayakan Memelihara Memijahkan Ikan Lele

Beternak ikan lele sekarang ini bisa dilakukan dengan beragam cara seperti cara budidaya ikan lele sangkuriang di kolam tembok tanah atau dengan cara budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok di kolam terpal. Ukuran kolam pun bisa disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Lahan sempit atau terbatas tetap bisa dimanfaatkan untuk cara budidaya ikan lele di kolam kecil yang sama berpeluang menghasilkan panen ikan lele melimpah.budidaya-lele-organik

 

Sistem bioflok merupakan salah satu tehnik membudidayakan ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme untuk mengolah limbah ikan menjadi makanan alami yang bermanfaat bagi ikan tersebut. Kelebihan cara budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok di kolam terpal dibandingkan dengan cara budidaya ikan lele sangkuriang di kolam tembok tanah sistem konvensional antara lain:

 

  1. meningkatkan produksi ikan, terutama yang diternak dengan cara budidaya ikan lele di kolam kecil
  2. menghemat penggunaan air karena sistem bioflok meminimalisir pergantian air kolam
  3. menghemat pakan pelet
  4. mengurangi resiko terkena hama dan penyakit
  5. kepadatan tebar benih lebih tinggi

 

Untuk memulai cara budidaya ikan lele sistem bioflok, berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan:

 

1.Kolam sistem bioflok

Luas kolam untuk penerapan sistem bioflok di kolam terpal sama dengan sistem konvensional, tergantung lahan yang tersedia. Namun cara budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok di kolam terpal bulat atau tabung bisa menampung kapasitas ikan lebih banyak yaitu mencapai 1000-2000 ekor per meter kubik dengan hasil panen yang bisa mencapai 600kg dari satu kolam.

 

2.Kadar oksigen

Karena sistem bioflok memungkinkan padat tebar benih lebih banyak, maka kadar oksigen yang dibutuhkan ikan dalam kolam pun lebih tinggi. Kebutuhan oksigen yang tinggi ini bisa mencukupi dengan penambahan aerasi atau penggunaan mesin pompa air.

 

3.Proses kerja bioflok

Aerasi atau pemasangan pompa air juga berfungsi untuk mengaduk gumpalan atau flok dan membantu proses kerja bakteri pembentuk flok. Gumpalan-gumpalan di dasar kolam pada cara budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok di kolam terpal ini harus terus diaduk dan bergerak agar tidak mengendap.

 

4.Pakan bakteri pembentuk flok

Untuk menumbuhkan bakteri pembentuk flok atau mikro organisme yang mengolah limbah ikan lele dalam kolam menjadi pakan alami lele itu sendiri, anda perlu melarutkan tepung terigu dan molase (tetes tebu) setelah kolam diisi air. Lalu biarkan sampai sekitar 7 hari.

 

5.Pemeliharaan benih ikan lele

Benih lele yang baik untuk ditebar pada cara budidaya ikan lele di kolam kecil sistem bioflok berukuran 4-7cm. Setiap 10 hari sekali sebaiknya diberikan prebiotik 5ml/m3, ragi tempe sebanyak 1 sdm/m3, dan ragi tape 2 butir/m3, serta air dolomite 200-300gr/m3 pada malam harinya. Ketika benih lele mencapai ukuran 12cm, dosis pemberian ragi tempe bisa ditambah sebanyak 2-3 sdm/m3 dan ragi tape 6-8 butir/m3.

 

6.Pemberian pakan lele

pemijahan-lele-sangkuriang-usahaternak

Karena cara budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok di kolam terpal lebih menghemat pakan dibandingkan cara budidaya ikan lele sangkuriang di kolam tembok tanah, maka setelah flok pemberi pakan alami terbentuk, dosis pakan pelet bisa dikurangi sampai 30%.

 

7.Pemijahan ikan lele

Pemijahan ikan lele bisa dilakukan secara alami dengan cara memasukkan indukan lele jantan dan betina ke kolam pemijahan dengan kedalaman 1 meter, berukuran panjang 2-3 meter dan lebar 1-2 meter. Pasang kakaban pada kolam pemijahan untuk menampung telur, dan tutup kolam pemijahan agar indukan lele tidak meloncat keluar.

Baca Juga; Cara Ternak Lele Sangkuriang di Kolam Terpal untuk Pemula

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.