Cara Mengatasi Kolam Terpal lele Berbusa

Cara Mengatasi Kolam Terpal lele Berbusa

Kolam Ikan Lele Berbusa Tanda – Tanda Datangnya Penyakit

Kolam terpal lele – Dalam pembudidayaan Ikan Lele, perawatan kolam ikan sangat penting untuk dilakukan karena kolam merupakan habitat alami dari ikan Lele yaitu tempat untuk hidup, makan, dan berkembangbiak. Kolam yang tak terawat akan mengancam kehidupan ikan. Ikan akan mudah terserang hama dan penyakit. Para peternak ikan Lele harus jeli dalam mengamati tanda – tanda munculnya hama dan penyakit pada ikan. Disamping dengan mengamati tingkah laku dan fisik ikan, kondisi permukaan kolam juga memberi tanda kewaspadaan datangnya penyakit. kolam lele berbusa

Salah satu faktor atau gejala yang harus diwaspadai sebagai akibat akan datangnya hama dan penyakit adalah munculnya busa di permukaan kolam. Sebenarnya ini adalah pengetahuan paling umum bagi para peternak lele, namun tak banyak yang tahu bahwa busa-busa yang sering muncul di permukaan kolam adalah tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit bagi lele dan lebih lanjut dapat menyebabkan kematian bertahap pada lele, sehingga faktor ini sangat perlu diantisipasi. Berikut beberapa penyebab munculnya busa di permukaan kolam.

Penyebab Munculnya Busa di Kolam Terpal Lele

  1. Kolam terlalu padat

Kolam yang terlalu padat bisa disebabkan oleh jumlah bibit lele yang terlalu banyak sehingga volume ruang bagi setiap bibit menjadi kurang dan membuat faktor bibit lele stress sehingga mengeluarkan lendir.

  1. pH air kolam yang tidak dikontrol

pH air kolam perlu diperhatikan dan dikontrol secara berkala agar lele tetap bisa hidup dan tidak mengalami shock oleh musim, terutama bila musim penghujan tiba. Selain itu, tingkat pH yang tinggi juga dapat disebabkan oleh bahan-bahan konstruksi kolam yang digunakan seperti kapur, marmer atau beton.

PH air kolam

  1. Kadar organik terlarut yang tinggi

Penumpukan kotoran lele yang tidak terurai dalam kolam, pembusukan vegetasi, ikan mati yang tidak segera diambil, rembesan pupuk ke dalam kolam yang berasal dari area terdekat sekitar kolam serta sisa pakan yang tidak termakan bisa menyebabkan kadar organik dalam kolam terlalu tinggi sehingga tak ada ruang gerak bagi lele untuk bernafas. Kandungan oksigen dalam air pun menjadi berkurang dan terhambat. Hal ini bisa menyebabkan naiknya tingkat stres pada lele.

Baca juga : Jenis – Jenis Kolam Ikan Lele dan Keunggulanya

  1. Algae blooming

Algae blooming atau ledakan alga bisa terjadi karena adanya proses pemupukan yang berlebihan dan penggunaan katalis plankton yang berlebihan sehingga menyebabkan pertumbuhan alga dalam kolam semakin meningkat. Dan ini dapat membuat kolam lele tidak bersih, distribusi makanan ke seluruh area kolam menjadi terhambat, dan cahaya matahari yang masuk pun menjadi berkurang. Ganggang atau alga sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu ganggang plankton dan ganggang berbentuk filamen. Ganggang plankton adalah organisme sel tunggal yang keberadannya dapat menyebabkan warna hijau pada air kolam. Sedangkan ganggang bentuk filamen seperti untaian rambut dan atau lapisan karpet berwarna hijau di permukaan kolam. Sebenarnya bila dalam jumlah kecil, kedua ganggang tersebut bisa bermanfaat bagi lingkungan kolam, namun pertumbuhan yang tidak terkendali dari ganggang akan dapat menimbulkan masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para peternak lele untuk mengontrol pertumbuhan ganggang di kolam untuk menjaga lele-lele yang dibudidayakan tetap sehat.

Cara Mengatasi Kolam Terpal Lele yang Berbusa

Keempat faktor tersebut diatas sangatlah penting untuk diperhatikan karena kelalaian satu pun akan menyebabkan kematian bertahap pada lele. Hal ini tentu tidak diharapkan karena akan mempengaruhi omset peternak atau dengan kata lain bisa menyebabkan kerugian yang tentu saja tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlukan beberapa trik dan tips untuk mengatasi kolam terpal lele yang sudah terlanjur berbusa atau bisa mencegah agar kolam tidak berbusa. Berikut dijelaskan beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut.

cara mengatasi kolam terpal lele yang berbusa

  1. Melakukan pembuangan air bagian bawah kolam sebanyak lebih kurang 30 % sebelum dilakukan pengisian kembali dengan air yang baru.
  2. Melakukan pemberian probiotik atau bakteri pengurai pada kolam sehingga media kolam menjadi stabil.
  3. Ikan lele wajib dipuasakan selama satu hari sampai ikan kembali lincah seperti sediakala.
  4. Melakukan sistem kocor atau mengaliri kolam dengan semburan air yang kencang dan terus menerus.
  5. Membuat tanggul di sekeliling kolam untuk mencegah limpahan air hujan masuk secara langsung ke dalam kolam.
  6. Menambahkan berbagai tanaman air, seperti lili dan selada air yang mencakup 50 hingga 70% luas permukaan kolam sehingga dapat menambah konsumsi kelebihan gizi bagi ikan.
  7. Menambahkan bakteri nitrifikasi yang berguna untuk memakan kelebihan nutrisi yang dipakai oleh ganggang untuk melakukan pertumbuhan.
  8. Melakukan penambahan jerami ke kolam untuk membantu menjaga air kolam tetap jernih dan bebas bau.
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.