Lengkap! Ini Cara Budidaya Ikan Nila 2019

Peluang Usaha Dengan Cara Budidaya Ikan Nila

Tahukah Anda bahwa budidaya ikan nila semakin diminati?

Hal yang wajar mengingat budidaya ikan nila memberi banyak keuntungan.

Memang, jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, ikan nila tampak kurang begitu populer.

Namun, pada kenyataannya tidak demikian.

Budidaya ikan nila merupakan jawaban terbaik bagi Anda yang menginginkan bisnis modal rendah dan mudah dijalankan.

Bahkan bisnis ini sangat cocok pula untuk seorang pemula sekalipun.

Pasalnya peluang usaha ternak ikan nila sangat besar.

Hal ini tak lepas dari tingginya kebutuhan manusia akan makanan.

Peluang bisnis ternak ikan nila sangat besar lantaran nila termasuk jenis ikan tawar yang disukai banyak orang.

Jika Anda dapat menjalankan bisnis ini dengan tepat, keuntungan yang dihasilkan pun sangat besar.

Bahkan dalam waktu singkat, modal Anda akan kembali beserta dengan keuntungan.

Tercatat, ada tiga jenis ikan nila yang paling banyak dibudidayakan karena memiliki angka penjualan yang tinggi di pasaran.

Adapun jenis ikan tersebut, antara lain sebagai berikut.

  • Ikan Nila GIFT

Ikan Nila GIFT merupakan hasil persilangan antara sejumlah jenis varitas nila dari beberapa negara di dunia sehingga menghasilkan jenis ikan unggulan.

Namanya memiliki kepanjangan, Genetic Improvement of Farmed Tilapias (GIFT).

Ikan ini memiliki berbagai keunggulan, seperti pertumbuhan dan produktivitasnya yang lebih tinggi dibandingkan jenis nila lainnya.

Perkembangan ikan nila GIFT jantan 40% lebih cepat daripada ikan nila betina.

Ikan ini pun dapat dipijah secara massal.

Alhasil pengeluaran pun dapat ditekan dengan maksimal.

  • Ikan Nila BEST

Ikan Nila BEST merupakan singkatan dari Bogor Enchanced Strain Tilapia.

Ikan jenis ini banyak dipilih karena dapat menghasilkan telur dan benih dalam jumlah besar.

Ukuran larvanya pun jauh lebih besar daripada jenis nila lainnya.

Selain itu, pertumbuhan rata-rata ikan nila BEST dan daya tahannya terhadap media salinitas maupun serangan penyakit sangat tinggi.

  • Ikan Nila GESIT

Ikan nila GESIT merupakan singkatan dari Genetically Supermale Indonesian Tilapia.

Jenis ikan nila ini sangat cocok bagi peternak yang memiliki lahan sempit.

Ikan nila GESIT mampu bertahan hidup di dalam air asin, seperti air tambak maupun air laut.

Dengan memanfaatkan peluang tersebut dan menggunakan jenis benih ikan nila yang berkualitas, Anda dapat meraih pendapatan maksimal.

Impian Anda menjadi jutawan pun dapat terealisasi.

Keuntungan Budidaya Ikan Nila

Banyak sekali orang mulai tertarik menjalankan usaha budidaya ikan nila lantaran keuntungan yang ditawarkan tak kalah menggiurkan dengan jenis ikan lainnya.

Tak heran jika cukup banyak orang yang banting setir ataupun mencoba peruntungan di dunia bisnis ternak ikan nila.

Agar Anda lebih jelas, simak sejumlah keuntungan ternak ikan nila berikut ini.

  • Pangsa Pasar Luas

Pangsa pasar bisnis ternak nila sangat luas dengan tingkat persaingan yang cenderung rendah.

Anda pun dapat dengan mudah menguasai pasar.

Tingkat permintaan yang tinggi semakin memperbesar peluang untuk meraup omzet yang tinggi.

  • Modal Ringan

Sebelum menjalankan bisnis, Anda pasti akan mempertimbankan masalah modal.

Tanpa modal Anda akan kesulitan mempersiapkan lahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ternak ikan nila.

Beruntungnya, bisnis ini tidak membutuhkan banyak modal.

Cukup dengan menyiapkan lahan dan aliran air bersih, termasuk pakan dan bibit ikan nila.

Biaya perawatan bulanan pun tergolong ringan. Tidak akan membebani Anda.

  • Mudah Dibudidayakan

Ikan nila mudah untuk dibudidayakan.

Pasalnya, untuk menjalankan bisnis ini, Anda hanya perlu memahami cara kerjanya.

Dengan begitu, Anda tidak akan kesulitan untuk mengembangkan bisnis.

Anda pun tak perlu khawatir jika memiliki pekerjaan lainnya karena bisnis ini tidak akan mengangggu aktivitas Anda.

Namun, Anda wajib untuk meluangkan waktu sekadar untuk mengecek perkembangan ikan nila.

Ikan jenis ini pun terbilang sangat stabil lantaran dapat bertahan di cuaca yang ekstrem sekalipun, seperti peralihan musim.

Untuk memudahkan proses kontrol, buatlah kolam ikan nila di rumah.

  • Peralatan Sederhana

Peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ternak ikan nila tergolong sederhana sehingga mudah ditemukan di pasaran.

Harganya pun terjangkau.

  • Benih Mudah Didapat

Benih ikan air tawar ini mudah didapatkan. Anda dapat membeli benih ikan nila berkualitas unggul di toko khusus ataupun membeli secara online.

Namun, Anda wajib memastikan agar benih ikan nila tidak memiliki cacat fisik, aktif bergerak, lincah, dan memiliki ukuran yang sama.

  • Tersedia Banyak Jenis Ikan Nila

Ikan nila memiliki banyak jenis dengan keunggulannya masing-masing.

Pilih sesuai dengan kebutuhan.

  • Nila Menghasilkan Benih Lebih Banyak

Dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya, ikan nila mampu menghasilkan lebih banyak telur, yakni berkisar antara 1.500 sampai 2.800 ekor.

Rata-rata ikan telur ikan nila pun lebih besar.

Hal ini memperbesar produksi anakan 5 kali lipat lebih banyak.

Umumnya, berat ikan nila ukuran 3-5 cm mencapai 1.25 gram dan dapat berkembang pesat dengan cara memenuhi kebutuhan pakan ikan nila sampai panen.

Ingat, cara merawat ikan nila memengaruhi hasil panen.

Jika proses perawatan berlangsung dengan baik, maka ukuran ikan nila umur 2 bulan dapat mencapai bobot sekitar 150 hingga 250 gram.

Dengan bobot ini, ikan nila sudah dapat dipanen.

Namun, tak sedikit peternak yang membiarkan ikan nila tumbuh lebih lama, antara 3 hingga 5 bulan untuk mendapatkan ukuran yang lebih besar.

  • Ukuran Larva Lebih Besar

Ikan nila memiliki ukuran larva yang besar.

Bahkan pertumbuhan larva ikan nila BEST 87 kali lipat cepat, hanya dalam jangka waktu 40 hari saja.

Sementara jenis ikan lainnya, hanya 17 kali lipat lebih cepat.

  • Daya Tahan Tubuh Kuat

Daya tahan ikan nila tergolong kuat dan kebal terhadap serangan penyakit.

Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami kerugian saat panen berlangsung.

  • Disukai Konsumen

Pada dasarnya, jenis ikan apa pun yang dapat dikonsumsi mudah dijual.

Namun, ikan nila memiliki keistimewaan tersendiri.

Rasa dagingnya yang lezat membuat ikan nila sangat disukai konsumen.

Tak hanya itu saja, ikan nila pun mudah diolah menjadi berbagai masakan yang menggoda selera, seperti ikan nila goreng sambal cobek, ikan nila asam manis, ikan nila bakar madu, ikan nila bumbu rujak, gulai ikan nila, dan ikan nila saus Padang.

Inilah mengapa ikan nila tidak membuat orang bosan, meskipun dikonsumsi berkali-kali.

Ingat, semakin besar rasa suka konsumen terhadap suatu produk, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang Anda dapatkan.

Tak heran jika sebagian besar peternak ikan nila mampu meraih omzet puluhan juta setiap kali masa panen.

  • Harga Jual Stabil

Salah satu alasan orang terjun di dunia bisnis adalah untuk mencari penghasilan tambahan.

Usaha ternak ikan nila menawarkan potensi keuntungan yang besar.

Harga jualnya cenderung stabil, sangat jarang mengalami penurunan.

Sebaliknya, di waktu tertentu, harga jual ikan nila kerap mengalami peningkatan.

Meskipun tidak begitu besar, tentunya hal ini akan membuat keuntungan Anda bertambah.

  • Mudah Dipasarkan

Alasan lain yang membuat orang menjatuhkan pilihan untuk menjalankan usaha budidaya ikan nila adalah mudah dipasarkan.

Ada banyak cara yang dapat Anda coba untuk memasarkan ikan nila.

Selain dijual secara langsung, Anda dapat menitipkannya pada pengecer atau bekerja sama dengan kafe, rumah makan, supermarket, ataupun pasar tradisional sebagai pemasok tunggal.

Anda pun dapat menjualnya dalam keadaan matang.

Cara ini dapat menghasilkan keuntungan dua kali lebih banyak daripada menjual ikan nila mentahan.

Metode Terbaik untuk Ternak Ikan Nila

Hampir semua peternak ikan pemula selalu dihadapkan pada situasi sulit, seperti menentukan metode terbaik untuk budidaya ternak ikan.

Apakah budidaya ikan nila di kolam kolam beton, air tenang, kolam tanah, atau budidaya ikan nila di kolam terpal?

Hal tersebut sangat wajar Anda alami.

Pasalnya, tak sedikit orang yang kemudian mengurungkan niatnya, sebagian mengalami kerugian lantaran salah memilih metode.

Agar Anda tidak mengalami hal serupa, pastikan untuk mementukan metode yang tepat.

Dari banyaknya metode yang ada, ternak ikan sistem bioflok banyak dipilih dan sangat direkomendasikan.

Pada dasarnya, metode bioflok memiliki kesamaan dengan teknologi Red Water System (RWD) yang merupakan teknik pembudidayaan ikan tanpa harus mengganti air.

Singkatnya, metode bioflok sangat efisien dan dapat diterapkan pada semua jenis ikan tawar, temasuk ikan nila.

Bioflok sendiri berasal dari dua kata, yakni “bio” yang artinya kehidupan dan “flok” yang berarti gumpalan.

Bioflok adalah bahan organik yang hidup dan menyatu menjadi gumpalan yang terdiri dari berbagai mikroorganisme.

Ternak ikan nila modern ini memiliki banyak sekali keunggulan, di antaranya sebagai berikut.

  • pH air relatif stabil.
  • pH cenderung asam sehingga kadar amoniak (NH3) relatif kecil.
  • Tidak bergantung pada cahaya matahari dan aktivitasnya akan menurun jika suhu rendah.
  • Tidak perlu mengganti air sehingga keamanannya lebih terjaga.
  • Limbah dapat didaur ulang sebagai makanan ikan yang berprotein tinggi.
  • Ramah lingkungan.

Untuk menjalankan bisnis ikan nila dengan sistem bioflok, Anda memerlukan kolam terpal.

Kolam ini akan digunakan sebagai tempat perkembangbiakan.

Terdapat dua jenis kolam terpal, yakni kolam terpal bulat dan kolam terpal persegi.

Sebelum memilih, simak kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis kolam terpal di bawah ini.

Kelebihan dan Kekurangan Kolam Terpal Bulat

  • Lebih kuat menahan beban.
  • Jangkauan aerasi lebih merata.
  • Pembuangan limbah dan proses pemanenan ikan lebih mudah.
  • Lebih rapi dan tampak modern.
  • Cocok untuk tebar padat.
  • Volume air sedikit.
  • Memakan lebih banyak tempat karena tidak dapat berdempetan satu sama lain.
  • Biaya pembuatan kolam terpal bulat lebih mahal.

Kelebihan dan Kekurangan Kolam Terpal Kotak

  • Dapat digunakan pada lahan sempit karena dapat dibuat berdempetan.
  • Volume air banyak.
  • Biaya pembuatan kolam terpal kotak lebih murah.
  • Proses pembuangan limbah dan pemanenan ikan mudah.
  • Daya ketahanan kurang kuat, dibutuhkan penyangga dinding.
  • Difusi aerasi tidak merata alhasil sudut terjauh seringkali tidak terjangkau.
  • Tidak cocok untuk tebar padat.

Cara Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok

Bagaimana cara ternak nila di kolam terpal?

Berdasarkan resensi budidaya ikan nila di kolam terpal, untuk memulai bisnis ini Anda wajib menyiapkan lahan, membuat kolam terpal, menyiapkan bibit, menyediakan kebutuhan pakan, dan memelihara ikan nila dengan baik.

Agar Anda tak salah langkah, simak cara budidaya ikan nila super intensif berikut ini.

  • Pemilihan Lokasi

Ikan nila dapat berkembang di dataran rendah atau dataran yang memiliki ketinggian hingga 500 meter dengan kemiringan tanah antara 3 sampai 5 persen.

pH netral antara 6.5 sampai 8.7 dengan suhu udara antara 25 sampai 30 derajat celcius.

Debit air terbaik antara 8 sampai 15 liter per detik.

Dengan lokasi yang tepat, hasil panen pun akan semakin berkualitas.

  • Kolam Terpal

Terdapat beragam ukuran kolam terpal.

Sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Misalnya, untuk ukuran kolam ikan nila 1000 ekor, Anda dapat memilih kolam terpal bulat diameter 3 meter atau kolam terpal kotak 4×6 meter.

Setelah membuat kolam terpal, diamkan selama 2 hingga 3 hari agar mikroorganisme tumbuh sempurna.

Jika Anda tidak ingin ribet dalam pembuatannya, Anda bisa membelinya di penjual kolam terpal bulat berkualitas di internet.

  • Penyebaran Bibit Ikan Nila

Sebelum proses penyebaran, Anda wajib memilih bibit nila unggulan.

Pastikan warnanya seragam, ukurannya sama, tidak ada cacat dari ujung kepala hingga ekor, setidaknya memiliki berat sekitar 30 gram, lincah, aktif.

Untuk menyebarkan bibit ikan, Anda harus menyediakan wadah berisi air bersih setengah ember.

Masukkan bibit ikan kemudian tunggu selama 10 menit barulah penuhi wadah tersebut dengan air kolam.

Setelah itu biarkan selama 5 menit.

Hal ini dilakukan agar bibit ikan nila terbiasa sehingga menurunkan tingkat stres ketika ditebar ke dalam kolam.

  • Pemijahan dan Pembesaran

Pemijahan ikan nila dapat dilakukan di dalam kolam terpal berukuran 3×4 meter.

Sementara untuk proses pembesaran tidak membutuhkan banyak lahan dan dapat dilakukan di dalam maupun luar ruangan.

Namun, usahakan kolam pembesaran dekat dengan sumber air.

  • Pemeliharaan

Untuk memelihara ikan nila sangat mudah.

Cukup dengan memberikan takaran pakan ikan nila secara tepat, yakni menyesuaikan umur dan berat ikan.

Cara pemberian pakan nila yang baik adalah di pagi dan sore hari.

Untuk meningkatkan kesehatan, tambahkan vitamin secara berkala.

Hal ini pun efektif mencegah ikan terkena hama dan menurunkan tingkat kematian.

  • Panen

Jika ikan nila sudah mencapai ukuran standar pasar, antara 300 sampai 500 gram, maka panen dapat dilakukan. Umumnya, sebagian besar peternak ikan melakukan panen sekitar 3 hingga 5 bulan.

Namun, jika perawatan yang Anda berikan sangat bagus, dalam waktu 2 bulan pun ikan nila dapat dipanen.

Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

Bagi Anda yang hendak memulai bisnis ternak ikan nila, tentu Anda memiliki banyak pertanyaan mengenai berapa harga ikan nila, 1 ekor ikan nila berapa gram, berapa keuntungan yang dapat dihasilkan, dan hal lainnya.

Untuk menjawab rasa penasaran Anda, simak analisa usaha ikan nila 2019 berikut ini.

  • Modal Investasi
  • Kolam Terpal – Rp3000.000,00

Total Modal Investasi Rp3.000.000,00

  • Biaya Operasional
  • Benih Ikan Nila – Rp700.000,00
  • Pakan Ikan – Rp 1.300.000,00
  • Vitamin – Rp200.000,00
  • Biaya Lain-lain – Rp300.000,00

Total biaya operasional Rp2.500.000,00.

Potensi keuntungan ikan nila 1000 ekor selama 5 bulan dengan asumsi 20 persen tidak dapat dipanen.

Jika rata-rata ikan memiliki berat sekitar 500 gram, total berat ikan mencapai 400 kilogram.

Jika harga pasaran ikan nila Rp25.000,00 setiap gram, maka keuntungan kotor Anda sebesar Rp10.000.000,00.

Total keuntungan bersih yang Anda dapatkan sebesar Rp10.000.000,00 – (biaya operasional + biaya investasi) = Rp 10.000.000,00 – Rp.5.500.000 = Rp4.500.000,00.

Sangat menguntungkan bukan?

Apalagi jika Anda memiliki lebih banyak kolam ikan.

Tentunya, potensi keuntungan semakin meningkat.

Bukan hal yang mustahil jika dalam satu kali panen, Anda dapat meraup ratusan juta rupiah.

Demikianlah informasi mengenai peluang, keuntungan, dan analisa budidaya ikan nila 1000 ekor.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa share, ya!

Bantu kami menjadi lebih baik lagi ya.. silahkan beri rating:

Beritahu yang lain yuk!