Notice: class-oembed.php is deprecated since version 5.3.0! Use wp-includes/class-wp-oembed.php instead. in /home/kolalnet/public_html/wp-includes/functions.php on line 4802
Ternyata Ini Cara Budidaya Udang Vaname

Ternyata Ini Cara Budidaya Udang Vaname

Belum ada Penilaian

Mengapa Budidaya Udang Vaname Sangat Menarik?

Tahukah Anda bahwa banyak orang mulai tertarik berbisnis pembudidayaan udang vaname?

Sebenarnya, hal ini sangat wajar mengingat udang vaname begitu disukai.

Harga udang vaname di pasaran pun tergolong tinggi dan stabil sehingga sangat menguntungkan.

Maraknya harga udang vaname tak lepas dari sejumlah hal berikut ini.

  • Pangsa pasar udang vaname sangat luas.
  • Daya beli masyarakat tinggi.
  • Udang vaname memiliki rasa yang gurih dan lezat.
  • Udang vaname dapat dioleh menjadi aneka makanan lezat, baik makanan tradisional maupun makanan modern.
  • Waktu panen udang vaname relatif singkat, sekitar 3 bulan.
  • Hasil panen melimpah sehingga keuntungan maksimal.

Selain hal tersebut, cara ternak udang vaname yang mudah pun turut memengaruhi menjamurnya pembudidaya vaname.

Praktik Pembudidayaan Udang Vaname

Ternyata Ini Cara Budidaya Udang Vaname Paling Lengkap!

Secara umum, praktik budidaya vaname di Indonesia terbagi dalam tiga jenis, yakni intensif, semi intensif, dan ekstensif.

Barangkali Anda bertanya-tanya, apa yang membedakan ketiganya?

Agar lebih jelas, simak pembahasan berikut ini.

  • Intensif

Budidaya udang vaname intensif biasanya dilakukan di luar daerah pasang surut.

Artinya, kolam yang digunakan dapat dibersihkan dan dikeringkan sebelum proses penyebaran benih dilakukan.

Kolam yang dibutuhkan untuk budidaya vaname intensif berukuran kecil, yakni sekitar 0.1  sampai 1 ha dengan bentuk persegi panjang atau kotak.

Dengan kolam ini, padat tebar benih mencapai angka 20 hingga 60 PL/ m².

Kolam tersebut membutuhkan aerasi maksimal, baik menggunakan mesin diesel atau motor listrik.

Umumnya, cara ternak udang ini lebih banyak digunakan di negara Australia, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

  • Semi Intensif

Dibandingkan dengan ternak udang intensif, ternak udang air tawar semi intensif cukup jarang dilakukan.

Dalam praktiknya, budidaya semi intensif membutuhkan lahan seluas satu hingga lima ha.

Dengan kolam tersebut, padat tebar benih mencapai angka 5 hingga 20 PL/ m².

Sementara proses pertukaran air dapat dilakukan secara rutin menggunakan aerator.

Pakan yang digunakan adalah campuran antara pakan alami dengan buatan.

Rata-rata, hasil panen pada kolam semi intensif mencapai 500 hingga 4.000 kilogram per ha setiap tahunnya.                          

  • Ekstensif

Selain intensif, budidaya udang ekstensif pun tergolong favorit dan populer di kalangan pembudidaya.

Maklum saja, dengan praktik budidaya ini, Anda bisa mendapatkan udang berukuran besar dan berkualitas unggul.

Pada kolam udang ektensif, tebar kepadatan benih maksimal adalah 2/m².

Lantaran tebar padat rendah, maka secara otomatis pertumbuhan udang dapat maksimal, mencapai lebih dari 50 gram setiap ekor.

Hanya saja, jenis budidaya ini membutuhkan waktu panen yang lebih lama, sekitar enam bulan atau lebih.

Meskipun demikian, hasil panen setiap tahunnya selalu melimpah dengan hasil terendah mencapai 50 hingga 500 kilogram per ha.

Mengapa Harus Memilih Kolam Terpal?

Jika dulu budidaya vaname hanya dilakukan di tambak, maka kini ada cara budidaya udang vaname termudah, yakni menggunakan kolam terpal.

  • Dibandingkan tanah atau beton, budidaya udang vaname di kolam terpal sangat praktis.
  • Proses pembuatan kolam terpal sangat mudah sehingga efektif hemat waktu.
  • Harga jual kolam terpal terjangkau.
  • Penjual kolam terpal bulat untuk budidaya udang vaname mudah ditemukan.
  • Cocok untuk ternak lahan sempit.
  • Risiko kematian udang sangat minim.
  • Hasil panen lebih melimpah.
  • Udang bebas dari bau tanah. Ukurannya pun relatif lebih besar.
  • Perawatan kolam terpal sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya besar.
  • Kolam terpal memiliki daya tahan yang bagus, mencapai lima hingga tujuh tahun.

Bagi Anda yang tertarik menggunakan kolam terpal, di pasaran tersedia dua jenis kolam terpal, yakni kolam terpal kotak dan kolam terpal bulat.

Meskipun sama-sama menggunakan terpal, keduanya menawarkan keunggulan yang berbeda.

Agar lebih jelas, simak perbedaannya berikut ini.

1. Kolam Kotak

kolam kotak budidaya vaname

Kelebihan:

  • Harganya lebih murah daripada kolam terpal bulat ataupun kolam tanah dan beton.
  • Volume air kolam terpal kotak lebih maksimal. Contohnya, untuk ukuran kolam 3x3x1 meter, volume air mencapai 9 m3.
  • Dapat dibangun secara berjajar atau berdekatan sehingga lebih hemat tempat.
  • Lebih mudah ditemukan di toko bangunan atau toko khusus ikan dan udang.

Kekurangan:

  • Untuk tebar padat tinggi harus menggunakan aerasi dengan difusi oksigen secara merata. Aerasi wajib dibuat dalam beberapa titik.
  • Risiko benturan antar udang lebih tinggi.
  • Proses panen udang tidak semudah kolam terpal bulat.

2. Kolam Terpal Bulat

Kolam Terpal Bulat Udang Vaname

Kelebihan:

  • Cocok digunakan untuk tebar padat tinggi.
  • Jika ditambahkan aerasi, maka difusi oksifen pada kolam lebih merata dan maksimal.
  • Mudah dipasang.
  • Pertumbuhan udang lebih maksimal.
  • Risiko kematian udang minim.
  • Proses panen udang lebih mudah.
  • Tampak lebih elegan dibandingkan kolam terpal kotak.

Kekurangan:

  • Dibandingkan kolam terpal kotak, untuk membuat kolam terpal bulat dibutuhkan lahan yang lebih luas.
  • Kolam terpal bulat tidak dapat dipasang berdekatan apalagi berjajar.
  • Harga kolam terpal bulat lebih mahal.

Bagi Anda yang ingin menghemat tempat, pilihan terbaik jatuh pada kolam terpal kotak.

Namun, bagi Anda yang ingin mendapatkan hasil panen lebih maksimal, pilih kolam terpal bulat. Dengan kolam terpal bulat, proses pertumbuhan lebih maksimal.

Selain itu, Anda pun tak akan kesulitan dalam merawat dan membersihkan kolam terpal bulat.

Meskipun harganya relatif lebih mahal, kolam terpal bulat masih terjangkau.

Tak perlu khawatir, hasil penjualan saat panen dapat menutup seluruh modal awal berikut keuntungannya.

Hal yang Harus Diperhatikan Agar Budidaya Vaname Sukses

Hal yang Harus Diperhatikan Agar Budidaya Vaname Sukses

Banyak orang beranggapan bahwa cara budidaya udang vaname di kolam terpal kecil sangat merepotkan padahal tidak demikian.

Selama Anda aktif melakukan pemantauan suhu air dan oksigen terlarut, maka pemeliharaan udang sangatlah mudah.

Sebelum memulai budidaya udang vaname air tawar, Anda wajib memperhatikan beberapa hal penting yang erat kaitannya dengan kesuksesan budidaya udang air tawar.

Adapun hal tersebut, antara lain sebagai berikut.

  • Mempersiapkan Lokasi

Langkah pertama yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya udang di kolam terpal adalah menyiapkan lokasi. Anda bebas memilih lokasi.

Misalnya di halaman belakang rumah, pekarang, teras, atau garasi yang tidak terpakai. Sesuaikan juga dengan ukuran kolam terpal yang akan digunakan.

  • Perhatikan Suhu

Mengatur suhu merupakan hal sepele yang kerap dianggap remeh, utamanya oleh pembudidaya pemula.

Padahal hal ini berdampak pada nafsu makan udang vaname. Apabila zat oksigen terlarut kurang dari empat ppm, nafsu makan udang akan mengalami penurunan.

Jika zat oksigen terlarut berada di bawah dua ppm, maka udang akan berhenti makan secara otomatis.

Oleh karena itu, Anda wajib memperhatikan zat oksigen terlarut. Sementara suhu optimal untuk pertumbuhan udang berkisar antara 26°C hingga 32°C.

Ingat! Suhu air yang terlalu panas dapat menyebabkan udang lebih agresif.

Selain makan lebih cepat, udang pun akan lebih cepat buang kotoran.

Sangat penting untuk selalu memperhatikan suhu agar udang dapat tumbuh dan berkembang sempurna.

Jika terjadi penurunan suhu sekitar 2°C, maka pakan yang diberikan harus dikurangi hingga 30% dari rata-rata volume pakan harian udang vaname.

  • Pengisian Air

Cara budidaya udang vaname di kolam terpal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah mengisi air kolam.

Lakukan pengisian air secara bertahap.

Jika kolam telah diisi air sebelumnya, maka biarkan air tersebut selama tujuh hingga empat belas hari.

Pada kolam terpal baru, hal tersebut sangat efektif untuk menghilangkan bau karet yang menyengat.

Setelah Anda yakin bahwa bau karet telah hilang, buang air tersebut kemudian ganti dengan air tawar yang baru.

Diamkan hingga beberapa hari sebelum kolam digunakan.,

  • Fermentasi

Sebelum kolam diisi dengan bibit udang vaname air tawar, kolam harus difermentasikan lebih dulu.

Tak perlu khawatir, caranya sangat mudah, yakni dengan mencampurkan probiotik dengan garam.

Cara ini dilakukan agar air menjadi payau. Dengan begitu, udang vaname lebih mudah beradaptasi.

  • Pemberantasan Hama

Serupa dengan ikan, udang vaname tak lepas dari hama.

Namun, tak perlu cemas, sebab di pasaran tersedia banyak obat yang bisa Anda gunakan untuk mencegah dan memberantas hama.

Jika Anda menggunakan kolam terpal bulat, maka proses pemberantasan hama ini akan lebih mudah.

Pasalnya, area jangkauan hanya berputar pada pusat. Tidak menyebar layaknya pada kolam terpal kotak.

  • Pilih Benih Udang
Benih Udang Vaname

Langkah pemeliharaan udang vaname air tawar selanjutnya adalah memilih benih udang.

Meskipun pemeliharaan udang vaname pada kolam terpal dapat menghasilkan panen yang melimpah, bukan berarti Anda boleh asal memilih benih udang.

Ingat! Benih udang yang berkualitas akan menghasilkan udang unggulan dengan ukuran besar dan rasa yang lezat.

Alhasil, harga jual udang pun meningkat.

Lain halnya jika Anda memilih udang kualitas rendah.

Hasilnya tidak akan memuaskan, justru mengecewakan. Bahkan, Anda terancam gagal panen.

Umumnya, benih udang yang unggul dapat dilihat dari ukurannya yang seragam, warnanya yang bagus dan cerah, tanpa cacat. Udang yang sehat dan bagus sangat lincah.

  • Penebaran Benih

Setelah memilih benih yang berkualitas unggul, lakukan penebaran benih udang vaname. Sebaiknya tebar benih tidak dilakukan pada siang hari.

Panas matahari yang menyengat dapat menyebabkan udang tidak nyaman.

Alih-alih siang hari, lakukan tebar benih sore atau jelang malam hari. Di waktu ini, cahaya matahari relatif minim.

Untuk menebar benih, masukkan sejumlah benih ke dalam kantong kemudian apungkan di kolam.

Hal ini dilakukan agar proses adaptasi udang berlangsung lancar.

  • Pemberian Pakan
Pemberian Pakan udang vaname di kolam terpal bulat

Selama tujuh hari pertama, beri pakan udang dengan volume tinggi, sesuai dengan jumlah udang vaname.

Setelah memasuki usia tujuh hari, beri protein tinggi dengan takaran sekitar 30% dari takaran pakan harian.

Pada usia remaja hingga dewasa, udang diberi pakan sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari.

  • Pengurasan Air Kolam

Jika air dirasa sudah kotor, maka segera lakukan pengurasan.

Namun, sebaiknya dilakukan setelah udang berusia sekitar dua bulan.

  • Panen

Panen udang dapat dilakukan setelah usia udang mencapai tiga bulan.

Namun, jika Anda ingin hasil udang yang lebih besar, tambahkan waktu panen hingga empat atau lima bulan.

Demikianlah informasi mengenai budidaya udang vaname di kolam terpal bundar berikut cara budidaya udang vaname di kolam bundar.

Ayo, mulai usaha pembudidayaan udang vaname sekarang!

Jangan Lupa di Share ya!

Bantu kami menjadi lebih baik lagi. silahkan beri rating:

kolamterpal

Admin Kolamterpal.net - Produsen Jual Kolam Terpal Berkualitas Terpercaya dan Paling Lengkap! Ribuan Kolam Terpal Bulat Telah Kami Kirim ke Seluruh Indonesia,
Close Menu