Rampung dalam 2 Hari: Pemasangan terpal Tambak Milenial Diameter 20 di Ujung Pangkah oleh Tim KolamTerpal.Net

Belum ada Penilaian

Pemasangan terpal tambak millenial di Ujung Pangkah rampung dalam 2 hari. Sebelum nya telah dilakukan uji salinitas atau uji kadar keasinan yang didapat sebesar 18 ppt. Uji salinitas dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dengan memperhatikan treatment-treatment pendukung lainnya. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh PT PLM adalah pemasangan kolam terpal. Hal yang diperhatikan sebelum proses pemasangan  terpal yaitu memastikan kebersihan dan kerataan lahan. Karena kondisi lahan tambak milenial ini merupakan bekas tambak konvensional, maka untuk pembangunannya butuh pemerataan dengan pedel terlebih dahulu. Selain itu, perlu dilakukan penyisiran lahan dari benda-benda tajam yang berpotensi melubangi atau menyobek terpal. 

“Pemasangan untuk dasar kolam diameter 20 ini di pondasi terlebih dahulu, agar konstruksinya lebih kuat dan dibentuk mengerucut kedalam dengan elevasi antara pinggir kolam ke tengah kolam setinggi 10 cm”. Jelas pak Aryo yang merupakan teknisi proyek  PT PLM kepada kolamterpal.net. Selanjutnya dasar kolam dilapisi dengan sekam padi yang bertujuan untuk melindungi kolam dari bawah dan didapatkan hasil pemasangan yang rapi juga untuk penghalang tikus. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan rangka serta pemasangan talang luar dan pemasangan terpal. Pemasangan terpal dirampungkan selama 2 hari dengan 5 orang teknisi ahli. “Alhamdulillah pemasangan terpal berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun. Selanjutnya persiapan pengisian air dan tanggal 27 September sudah bisa tebar benih. Sesuai dengan deadline yang telah ditetapkan” Lanjut  salah satu teknisi lain. 

Proyek tambak milenial ini didampingi oleh konsultan yang sudah hampir 30 tahun berkecimpungan dalam dunia budidaya udang vaname. Harapannya dengan adanya pembangunan tambak milenial oleh PT PLM bisa membawa dampak bukan hanya untuk pihak terkait melainkan untuk kemajuan perikanan Indonesia. Slamet Soebjakto selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan bahwa udang vaname merupakan komoditas primadona pasar ekspor untuk tahun ini. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan Indonesia menjadi produsen udang vaname terbesar di dunia dengan jumlah 16 juta ton per tahun. Langkah awal untuk mewujudkan target tersebut dengan dibukanya tambak udang seluas 200 ribu hektar hingga tahun 2024. 

Selain itu dengan didirikannya tambak milenial oleh PT PLM, harapannya bisa menginspirasi masyarakat terutama generasi milenial untuk tidak hanya berpikir sebagai pegawai atau karyawan, melainkan bisa terjun dalam bidang perikanan. Mengingat bahwa negara Indonesia merupakan negara maritim. Dengan berkembangnya teknologi, saat ini budidaya ikan tidak hanya dilakukan dengan cara konvensional. Kolam terpal merupakan salah satu inovasi untuk budidaya ikan. Media kolam terpal tergolong cukup mudah  dan praktis sehingga cocok diterapkan pada daerah yang mempunyai lahan terbatas dengan memanfaatkan pekarangan rumah, garasi  atau lahan yang belum termanfaatkan. 

Bantu kami menjadi lebih baik lagi. silahkan beri rating:

You cannot copy content of this page