Persiapan Budidaya Ikan lele [ Step By Step ]

Belum ada Penilaian

Persiapan Budidaya Ikan Lele yang Tak Boleh Terlewat

Dari dulu hingga sekarang, budidaya ikan lele masih menjadi salah satu bisnis yang potensial. Bahkan, ada beberapa tipe kolam budidaya yang bisa dipilih. Persiapan budidaya ikan lele sendiri, tergolong cukup mudah. Bagi yang ingin tahu apa saja persiapannya, simak artikel ini hingga selesai.

Kenapa Harus Melakukan Persiapan Budidaya Ikan Lele?

Budidaya ikan lele merupakan salah satu bisnis yang potensial. Bahkan, banyak pihak yang menyatakan, bahwa bisnis ini tergolong mudah. Sehingga banyak sekali pemula yang meremehkan dan mengabaikan berbagai hal penting saat proses pembudidayaannya.

Bahkan, tidak sedikit yang mengabaikan hal-hal krusial, padahal hal tersebut bisa saja menentukan sukses atau tidaknya pembudidayaan tersebut. Nah, agar hasil budidaya sesuai dengan harapan, Anda wajib mengenal persiapan budidaya ikan lele. Adapun persiapannya akan dibahas di bawah ini.

Cara Mengatur Air dan Oksigen pada Kolam Lele

Pengaturan air perlu diperhatikan karena berkaitan dengan suplai oksigen dan bertujuan agar ikan tidak kepanasan. Masukkan air yang banyak ke dalam kolam agar suplai oksigennya cukup dan lele tidak kepanasan.

Ukuran tinggi air yang ideal di bulan ke-1 yaitu sekitar 20 cm, bulan ke-2- dan ke-3 sekitar 40 cm atau sesuai ukuran lele. Kenapa harus berbeda-beda? Karena, setiap bulan lele akan mengalami pertumbuhan. Jadi, air harus diatur sesuai dengan ukurannya.

Jika Anda berencana untuk mengganti air kolam, pastikan benih ikan lele sudah diberi makan. Selain itu, saat melakukan pengurasan kolam, jangan menggunakan sistem air sirkulasi, karena hal tersebut bisa menyebabkan keasaman air menjadi berbeda. Ikan lele sendiri, biasanya cenderung sangat menyukai air yang tenang.

Pengelolaan Kualitas Air

Perlu diketahui, pengelolaan lingkungan tempat budidaya dapat menentukan keberhasilan pembudidayaan ikan lele. Hal yang perlu diperhatikan pada tempat pembudidayaan adalah kondisi air yang ideal untuk kehidupan ikan tersebut.

Perhatikanlah kadar pH air pada kolam. Pastikan air memiliki pH 6,8-7,5 dengan suhu pada kisaran 26 hingga 28 derajat celcius. Selain itu, jika air memiliki kandungan O2 yang terlalu tinggi, maka akan menimbulkan gelembung-gelembung pada jaringan tubuh si ikan tersebut.

Selain itu, penting juga untuk mengatur DO atau kadar oksigen terlarut. Ukuran DO pada air yang paling ideal adalah 5 m g/L. Peranan DO sangat penting terutama dalam pembesaran  ikan lele.

Persiapan Modal Budidaya Ikan Lele

Sama seperti bisnis lainnya, modal merupakan persiapan budidaya ikan lele yang paling utama. Untuk modal, Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Pasalnya,bisnis ini bisa dimulai dengan modal minimum di bawah Rp10 jutaan.

Adapun rincian modalnya, bisa Anda lihat berikut ini:

  • Biaya pembuatan kolam plastik atau terpal: Rp2.500.000
  • Mesin pompa air: Rp400.000
  • Obat-obatan untuk lele: Rp150.000
  • Pengisian air: Rp350.000
  • Bibit ikan lele sebanyak 5000 ekor: Rp230.000
  • Pakan untuk 3 bulan, atau sebanyak 300 kg: Rp3.000.000
  • Air untuk kebutuhan 3 bulan: Rp700.000
  • Listrik untuk kebutuhan 3 bulan: Rp700.000
  • Total: Rp8.030.000

Modal di atas bisa lebih rendah bisa juga lebih tinggi tergantung jumlah bibit yang Anda budidayakan. Bahkan, modal persiapan budidaya ikan lele bisa sekitar Rp5.000.000-an jika memilih budidaya di kolam tanah atau sawah.

Jika memilih budidaya di kolam tanah, yang diperlukan hanya bibit, pakan, obat-obatan, dan pengairan saja. Itulah kenapa, modal yang dibutuhkannya jauh lebih ringan.

Persiapan Kolam Budidaya Ikan Lele

Di atas, kami sudah menyinggung sedikit terkait jenis kolam. Ada beberapa pilihan yang bisa Anda tentukan. Silahkan pilih salah satunya. Jika memilih kolam terpal, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kondisi air dan tanahnya. Buatlah ukuran kolam terpal yang besar, tujuannya agar suplai oksigen untuk lele optimal.

Kolam berukuran besar, sangat ideal untuk yang memilih menggunakan media terpal atau plastik. Dengan kolam yang besar, lele akan tetap bertahan atau tidak mudah mati. Kolam menjadi salah satu persiapan budidaya ikan lele yang cukup krusial.

Setelah proses pembuatan kolam selesai, biarkanlah terlebih dahulu. Artinya, jangan dulu diisi air. Biarkanlah selama beberapa hari. Pasalnya, sebelum bibit lele ditebar, Anda harus menunggu pembentukan fitoplankton dan lumut terlebih dahulu. Tujuannya yaitu untuk menetralkan air kolam agar tidak gampang keruh.

Proses Pemilihan dan Pemisahan Bibit

Bibit adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Karena, bibit lele yang bagus, dapat mempengaruhi hasil budidaya Anda. pilihlah jenis bibit unggul berukuran 3 hingga 5 cm. Jenis bibit tersebut, jauh lebih tahan lama dan tidak mudah mati.

Setelah itu, lakukan proses pemisahan bibit unggul. Pisahkan antara bibit yang besar, dan bibit yang kecil. Tujuannya yaitu agar lele tidak saling memakan, atau terjadi kanibalisme. Pisahkan ukuran lele yang berukuran 3 cm, 4 cm, dan 5 cm.

Cara Menebar Benih yang Benar

Setelah proses pemilihan dan pemisahan, selanjutnya Anda bisa langsung menebarnya. Tapi, jangan asal menebar. Proses penebaran hanya boleh dilakukan pagi atau sore hari saja. Tujuannya agar lele tidak langsung kontak dengan sinar matahari.

Benih lele yang kontak langsung dengan sinar matahari, dapat menyebabkan mereka mati karena kepanasan. Jika banyak benih yang mati, Anda akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Cara Memberi Makan Lele yang Benar

Meski terkesan mudah, ternyata pemberian pakan lele juga ada triknya. Pemberian pakan yang ideal untuk lele yaitu tiga kali sehari. Pemberian bisa dilakukan pada pukul 07.00, 17.00, dan 22.00.

Persiapan Budidaya Ikan Lele - Cara memberi pakan ikan lele yang benar
Persiapan Budidaya Ikan Lele – Cara memberi pakan ikan lele yang benar

Namun, pemberian pakan tidak hanya di waktu-waktu itu saja. Anda juga bisa memberinya di waktu-waktu lain, terutama pada saat lele terlihat kelaparan. Ciri-ciri lele kelaparan yaitu suka mendorongkan kepalanya dan bergerak lincah. Jika tampak tanda-tanda tersebut, Anda bisa memberi mereka pakan.

Kriteria pakan yang bagus untuk lele adalah memiliki kandungan-kandungan sebagai berikut:

  • Lemak
  • Protein
  • Karbohidrat
  • Mineral

Sebelum membeli pakan, perhatikan apakah pakan yang akan dibeli memiliki kandungan tersebut atau tidak? Pastikan Anda memilih pakan yang memiliki kandungan-kandungan di atas.

Jangan lupa juga untuk tidak memberi pakan yang itu-itu saja. Selingi pakan ikan lele dengan jenis lain agar mereka tidak mudah bosan. Ikan yang tidak bosan makan, pertumbuhannya akan semakin cepat.

Cara Pengembangbiakan yang Baik dan Benar

Proses dan persiapan pengembangbiakan sangat krusial dan wajib diketahui, terutama oleh para pemula. Setelah satu bulan, lihatlah ciri-ciri lele yang sudah siap kawin. Ciri-cirinya bisa diketahui dari warna kelaminnya.

Sel telur lele yang telah dibuahi, umumnya akan menempel di sarang mereka dalam jangka waktu 24 jam. Setelah itu, telur akan menetas, kemudian menjadi anakan. Lalu, pisahkan anak lele dengan induknya.

Proses pemisahan ini, bertujuan agar ikan yang sudah besar tidak memakan ikan lele yang masih kecil-kecil.

Cara Mencegah Hama

Hama merupakan salah satu kendala saat membudidayakan ikan lele. Namun jangan khawatir, karena hama bisa dicegah. Pencegahan bisa dilakukan dengan menggunakan sekat atau penghalang. Tempatkan penghalang tersebut agar hewan-hewan dari luar tidak masuk ke kolam dan memangsa lele.

Jangan lupa juga untuk menyiapkan obat-obatan untuk penyakit lele. Obat-obatan bisa didapatkan di toko-toko pakan maupun perikanan.

Pemberian obat bisa dilakukan dengan cara melihat kondisi ikan terlebih dahulu. Lele yang terganggu kesehatannya, biasanya akan tampak lemas dan tidak mau makan. Jika sudah ada tanda-tanda tersebut, berarti ikan sedang sakit dan perlu pengobatan.

Persiapan Panen Ikan Lele

Ikan lele baru bisa dipanen saat berumur 3 bulan. Pada usia 3 bulan, lele biasanya sudah berukuran 5 hingga 9 cm, atau 9 hingga 13 cm. Ciri-ciri lain jenis ikan lele yang sudah siap dipanen bisa juga dilihat dari warna air yang sudah berubah warna menjadi merah.

Lakukan penyortiran saat melakukan panen. Pisahkan lele yang masih berukuran kecil, dan lakukan perawatan sampai lele kecil tersebut siap panen. Sesudah dipanen, bersihkan kolamnya, kemudian tebar lagi lele yang baru.

Penutup

Itulah berbagai persiapan budidaya ikan lele yang wajib Anda ketahui. Silahkan aplikasikan semua persiapan di atas, agar proses pembudidayaan berlangsung lancar dengan hasil yang memuaskan.

Bantu kami menjadi lebih baik lagi. silahkan beri rating:

Apakah Artikel Ini Bermanfaat?
Share ke sosial media yuk!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on pinterest
Pinterest
Share on telegram
Telegram

Google Review

Admin KolamTerpal.Net

Klik tombol dibawah ini untuk langsung whatsapp Admin

KolamTerpal.Net

KolamTerpal.Net

kolamterpal.net adalah penjual kolam terpal bulat yang sudah melayani ribuan pelanggan dari seluruh indonesia.

Mulai dari pemula hingga pengusaha besar dan instansi telah kami layani dengan baik dan mereka puas.

Lihat Company Profile

Promo Paket Budidaya

You cannot copy content of this page